ContohKarangan Tentang Hari Raya Idul Fitri / Contoh Karangan Tentang Liburan Ke Pantai Bersama Keluarga Dalam Bahasa Inggris Dan Artinya Bahasa Inggris Xyz Downloadgratis buku cerita bergambar untuk anak paud, tk dan sd yang berkisah tentang seorang gadis kecil yang menikmati liburan sekolah di pantai. Buku cerita ini dilengkapi dengan lembar latihan berhitung 1 - 10 dan beberapa halami mewarnai. Total 17 halaman A4 dengan format file A4. Menu Langsung ke isi LiburanCerita Pengalaman Diri' 'Cerpen tentang Liburan ke Pantai Kumpulan Cerpen Singkat May 6th, 2018 - Saya perginya menggunakan mobil pribadi Cerpen tentang Liburan ke Pantai Kita akan segera membaca sebuah kisah menarik tentang pengalaman seorang remaja' 'Contoh Cerita Pengalaman Pribadi Yang Mengesankan Dan Cara CeritaLiburan Ke Pantai Sadranan, Yogyakarta Mengenalkan anak pada aktivitas di pantai, tuh, selalu menyenangkan. Yameski hanya lewat foto-foto, tapi jika anak terlihat excited, tuh, seringnya membuat bibir ini tiba-tiba berucap: " nanti kalau sudah ada waktu dan rezeki, kita main ke pantai ya, sayang. ". Akhirnyahari itu pun tiba, kita sekeluarga berlibur ke pantai yang letaknya tak jauh dari rumah kami. Kalo kata Kakak sekitar 20 km dari rumah. Sesampainya di pantai aku cuma duduk-duduk. Kakak, Ayah dan Ibu berenang di pinggiran laut. Mereka bahkan tidak memanggilku, dan bersenang-senang. LiburanKe Pantai Bersama Sahabat Liburan Ke Pantai Bersama Sahabat. Pagi yang cerah, tamparan cahaya sang mentari dari ufuk timur, seolah-olah menyambutku dari tidur nyenyak. Pagi ini ku bersiap mengawali liburanku. Betapa senangnya aku, karena aku akan Liburan Ke Pantai Bersama Sahabat terbaikku. *** w2RNn. detikTravel Community - Liburan ke Pulau Dewata Bali sebelum corona menyerang memang begitu berbeda. Kenangannya masih gaes, pengalaman apa yang menarik dalam liburan kalian di tahun ini? Baiklah pada kesempatan ini saya ingin berbagi atau bercerita sedikit tentang pengalaman liburan yang menarik bagi saya. Keberuntungan pada waktu itu telah berpihak kepada saya, dan saya tidak menyangka bisa mengunjungi Pulau Bali, pulau impian sejuta wisatawan baik itu wisatawan dalam negri maupun luar negri. Pada hari itu dimulai pada pertengahan bulan Januari saya memesan tiket pesawat dan berangkat dari tempat tinggal saya di provinsi Riau menuju ke Pulau Bali. Tujuan saya ke Pulau Bali ialah untuk belajar di bidang animasi yang diadakan oleh salah satu lembaga yang bekerja sama dengan tinggal di Pulau Bali selama hampir kurang lebih setengah bulan, yang mana selama saya di sana seluruh akomodasi mulai dari makan, tempat tinggal, uang saku, tiket pesawat pulang dan pengembalian uang tiket pesawat pergi yang saya keluarkan semua ditanggung oleh pihak lembaga. Selama di Bali saya belajar dengan waktu aktif kurang lebih 9 jam, diawali serapan pada jam pagi, mulai masuk belajar sekitar jam dan pada jam coffee break, kemudian dilanjutkan sampai jam makan siang sekaligus sholat, dan masuk belajar pada jam 1330 hingga keluar jam 1600 sore, dengan hari aktif Senin sampai dengan hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur kami. Selama belajar di Pulau Bali saya mendapat banyak teman-teman baru dari berbagai daerah, suku, budaya, serta bahasa yang berbeda-beda. Ada yang dari Padang, Jakarta, Makassar, Palembang, Medan, dan sebagainya. Dengan berbagai keberagaman yang ada menjadikan kami satu dalam pertemanan yang kompak. Selama di Pulau Bali kami sangat memanfaatkan momen hari libur yang ada, yaitu pada hari Minggu. Sebelumnya kami telah merencanakan bersama tempat wisata apa yang akan kami kunjungi. Kami memulainya pada Minggu pagi 20/01/2019 dengan memesan beberapa mobil grab yang sudah kami sesuaikan dengan jumlah kami sebanyak 24 memulai wisata dengan mengunjungi Pantai Pandawa. Ketika kami hendak sampai di pantai tersebut, kami disambut dengan patung Pandawa yang begitu besar dan Pandawa merupakan simbol dari cerita Hindu yaitu Mahabharata, dan sampailah kami di pantai dengan garis pantainya yang membentang panjang dengan pasir putih dan airnya yang berwarna biru jernih. Kami pun menghabiskan sedikit waktu untuk bermain dan berfoto ria di antara bangku-bangku panjang yang berjajar di pinggir Pantai Pandawa. Setelah dari Pantai Pandawa kami meneruskan perjalanan menuju Pantai Padang-padang. Pantai ini terletak di jalan Labuan Sait Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Untuk masuk ke tempat wisata yang satu ini kami harus membayar tiket masuk sekitar Rp satu saya, ketika saya melihatnya letak pantai ini sangat unik dengan latar belakang perbukitan dan pepohonan yang rindang serta bebatuan yang terjal merupakan keunikan yang menarik. Ketika kami hendak ke bibir pantai, kami harus melewati terowongan yang menyerupai sebuah gua dengan monyet-monyet yang berjajar di sekitar tangga gua, karena pantai ini sangat tertutup di bawah tidak heran, banyak bule atau turis asing yang berjemur menggunakan bikini. Kemudian di sore harinya sambil menuju pulang ke asrama, kami menyempatkan diri untuk singgah di Pantai Kuta untuk bersantai, bermain dan berfoto-foto sambil menyaksikan indahnya matahari terbenam. Pada Minggu hari liburan terakhir 27/01/2019. Kami mengunjungi tempat wisata Uluwatu, yang mana kami harus membayar tiket masuk sekitar Rp Sebelum kami masuk ke Hutan Uluwatu yang di dalamnya terdapat pura-pura yang kami harus mengenakan kain di pinggang yang diberikan oleh petugas tiket. Katanya itu sebagai syarat untuk masuk ke hutan tersebut. Untuk mencapai area pura kami berjalan beberapa meter melalui jalan setapak dan pada saat berjalan kaki kami banyak melihat monyet-monyet yang berjajar di pinggir jalan sambil memakan sesajen yang disediakan oleh warga setempat yang merupakan salah satu tradisi sembahyang warga yang beragama Hindu sangat percaya keterkaitan monyet-monyet ini pada kisah nyata kepahlawanan "Ramayana," sebuah legenda yang menjelaskan tentang kehadiran pasukan monyet yang membantu Sri Rama sebagai inkarnasi dari Tuhan itu sendiri.Kebudayaan Bali memang sangat menarik dan unik. Sesampainya di pura kami pun bermain, berfoto bersama, serta melihat keindahan Uluwatu yang terletak di atas tebing yang menjulang tinggi. Apabila memandang ke depan jauh ke bawah, kita akan melihat air laut yang berwarna biru jernih dengan ombak yang menghempas bebatuan karang yang berada di bawah sayang sekali kami tidak bisa menyaksikan matahari terbenam, dikarenakan waktu yang terbatas dan kami harus pergi ke tempat selanjutnya. yaitu pusat perbelanjaan tradisional Pasar Seni Sukawati untuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke kampung halaman masing-masing nantinya. Mengenalkan anak pada aktivitas di pantai, tuh, selalu menyenangkan. Ya…meski hanya lewat foto-foto, tapi jika anak terlihat excited, tuh, seringnya membuat bibir ini tiba-tiba berucap “nanti kalau sudah ada waktu dan rezeki, kita main ke pantai ya, sayang.“. Ini karena melihat geregetnya dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari si kecil yang nantinya pasti bisa menjadi cerita liburan ke pantai. Yups…ketika melihat ekspresi anak yang begitu antusias dengan apa-apa yang diceritakan oleh orang tua, meleleh hati ini. Dan ini selalu terjadi pada saya. 😉 Saat itu, dalam sebuah percakapan melalui whats app group, ada seorang teman yang mengirimkan foto kegiatan snorkeling. Ya, saya masih ingat ketika teman saya, Mama Boo membagikan foto-fotonya yang selalu bikin kagum, tuh. Tepatnya saya lupa pantai mana, yang jelas pantai tersebut berada di Lampung yang menjadi kota kelahirannya dan memang kota itu menginspirasi bagi saya. Karena saya juga suka main ke pantai, foto tersebut saya perlihatkan kepada Kecemut, dong. Eh…lha, kok, dia fokus dengan snorkel yang dipakai Mama Boo. Padahal, tuh, saya bercerita tentang aktivitas menyelam dan bertemu dengan ikan-ikan lucu di bawah laut, gitu. Belum sampai ngasih tahu tentang perlengkapan atau alat yang harus digunakan ketika snorkeling. 😆 Baca juga tentang kuliner di pantai Jetis, Cilacap. Beruntung kami punya Tante yang baik banget, yang selalu mengerti apa yang kami mau. Baru beberapa menit fordward foto dari Mama Boo disertai dengan kekuatan voice note, Tante mengajak kami snorkeling ke Pantai Sadranan, Yogyakarta. Tentu tidak saat itu juga, dong. Perlu perencanaan khusus karena yang minta ke sana adalah balita, ya…meski sebenarnya Ibuknya juga pingin mantaaaaai, sih. 😆 Perjalanan Ke Jogja Sampai Akhirnya di Pantai Sadranan. Ini bukan kali pertama saya mengajak Kecemut main ke pantai. Dua tahun sebelumnya, saya pernah mengajaknya main ke Pantai Parangtritis. Saat itu, misi saya hanya mengenalkan aktivitas main pasir di pantai. Penting banget, ya. Hahaha. Yaaa…abisnya Kecemut ngga percaya kalau di pantai, tuh, banyak banget pasir. Sampai saya sampaikan, saking banyaknya pasir di pantai, tuh, bisa buat bangun rumah. Gemas, kan. 😆 Kami ada rencana untuk mendapatkan sunrise sekaligus sunset di pantai. Untuk dapat mewujudkan rencana tersebut, kami pun berangkat dari Banjarnegara dini hari, kira-kira pukul WIB. Ehh…gimana, sih, mau dapat sunrise tapi berangkatnya siang. Hahaha. Ya gimana, mau berangkat lebih awal lagi, kok, rasanya ngga yakin, gitu. Apalagi bawa balita, ada banyak yang harus disiapkan dan dipastikan supaya nyaman saat dalam perjalanan. Pukul lebih dikit banget, Tante menjemput kami di rumah. Perjalanan dari Banjarnegara menuju Yogyakarta membutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Kemudian lanjut ke Pantai Sadranan masih membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sudah dipastikan sampai pantai siang hari alias ngga mungkin dapat menikmati matahari terbit di pantai. 😛 Tapi ngga masalah, terpenting bisa snorkeling, kan. Maunyaaaa, tapi…… 🙁 Baca lagi 5 Aktivitas Menarik di Pulau Merah, Banyuwangi. Dini hari jalanan masih sepi, namun laju kendaraan kami tetap selow, dong. Pak Sopir yang juga teman Tante terlihat sangat santai mengemudi kendaraan. Jalan dengan kecepatan standard dan dibantu dengan google maps, kami sampai pantai sadranan kira-kira pukul WIB. Sampai pantai siang bolong saat matahari sedang terik-teriknya, niat banget kulit tambah eksotis, ya. 😆 Tapi, teriknya matahari di pantai tidak menyurutkan minta para wisatawan untuk bersantai di bibir pantai, terbukti dengan banyaknya wisatawan terlihat menikmati sekali aktivitas di sekitar pantai. Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Sadranan. Kami ke Pantai Sadranan ber empat; Tante, Umi, Kecemut, dan Ibuuk. Kami sama-sama ingin merasakan asyiknya snorkeling di Pantai Sadranan. Makanya, hanya fokus dengan aktivitas tersebut. Oiya, sebelumnya Tante pernah melakukan aktivitas snorkeling di salah satu pantai di Gunung Kidul yaitu Pantai Nglambor. Tapi karena ingin mencoba hal yang sama dengan tempat yang berbeda, dipilihlah Pantai Sadranan yang lokasinya juga ngga jauh dari Pantai Nglambor. Kami agak terkejut ketika sampai Pantai Sadranan dan menjumpai gelombang ombak sangat tinggi. Banyak penjual yang biasanya ngelapak di dekat bibir pantai memutuskan untuk tidak berjualan karena saat itu ombak sangat tidak bersahabat. Saya saja hampir kehilangan sandal karena tersapu ombak, lho. Padahal sandal saya letakan kurang lebih 10 meter dari bibir pantai. Karena keadaan yang ngga memungkinkan, banyak wisatawan yang pada akhirnya menggagalkan aktivitas snorkeling karena setelah ditunggu berjam-jam, ombak belum juga surut. Nah, selain snorkeling, masih ada aktivitas lain yang bisa dilakukan oleh wisatawan di Pantai Sadranan, lho. Diantaranya yaitu Berfoto, Kulineran, Camping, dan Bermain Kano. Yuk baca tentang Pantai Menganti, Kebumen. Ada Penginapannya, lho! Apa Saja Fasilitas di Pantai Sadranan? Ngomongin fasilitas pantai, buat saya yang terpenting yaitu ada tempat parkir dan toilet karena kedua fasilitas tersebut sangat dibutuhkan. Terlebih toilet. Setelah wisatawan basah-basahan di pantai. Nah, di Pantai Sadranan ini terdapat beberapa toilet umum yang dapat digunakan untuk sekadar ganti baju atau mandi. Aliran air di toilet juga lancar meski sudah digunakan banyak orang. Kemudian untuk tempat parkir juga lumayan luas dan terpisah antara parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Lanjut, karena Pantai Sadranan direkomendasikan untuk snorkeling, banyak jasa yang menawarkan peminjaman snorkel, kamera, dan juga jasa foto. Terkait dengan aktivitas camping, di sana juga menyediakan paket wisata camping, lho. Dan saya baru tahu, kalau di Pantai Sadranan, tuh, ternyata terdapat penginapan yang bagus banget. Bukan, bukan penginapan dengan foto di bawah ini, ya. Kalau penginapan yang di bawah ini dekat dengan area parkir. Sementara penginapan yang saya bilang bagus banget, tuh, penginapan yang terbuat dari bambu-bambu, gitu. Sayang banget waktu itu saya ngga menyempatkan ke sana, yaa…meski sekadar untuk lihat-lihat dowang. Di mana Lokasi Pantai Sadranan? Pantai Sadranan berlokasi di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Pantai yang diapit oleh Pantai Krakal dan Pantai Ngandong ini sudah sangat terekenal, jadi kemungkinan untuk kesasar sangat minim. Saya termasuk orang yang selalu mengandalkan internet untuk browsing destinasi wisata yang akan dikunjungi. Termasuk untuk mencari lokasi tepatnya, saya juga mengandalkan GPS yang ada pada smartphone. Memilih langsung nama wisata menjadi pilihan tepat ketimbang alamat destinasinya. Iya, kaan? 😆 Menyiapkan Anggaran untuk Traveling ke Pantai. Menyiapkan budget sudah menjadi keharusan ketika hendak bepergian, apalagi traveling. Itu menjadi pasti karena tanpa uang traveling ngga dapat berjalan. Ada baiknya, saat traveling membawa uang tunai sehingga saat tiba di tempat tujuan ingin membayar apa saja sudah siap. Meski zaman sekarang sudah ada dompet digital atau ATM, namun nyatanya belum semua tempat wisata atau tempat pembelanjaan menerima uang elektronik. Pengeluaran yang sudah pasti ketika traveling antara lain yaitu untuk sewa mobil kalau sewa, pembelian BBM, ongkos sopir kalau pakai sopir, membayar tiket masuk, parkir, makan di perjalanan, makan di lokasi, dan membeli oleh-oleh. FYI, harga tiket masuk Pantai Sadranan Rp 10 ribu per orang. Pembayaran tiket ini langsung di loket masuk kawasan pantai Gunung Kidul. Tiket masuk ke pantai tergolong sangat murah karena sudah termasuk tiket masuk deretan pantai di Gunung Kidul seperti Panti Baron, Indrayanti, Kukul, Sepanjang dll. Sesampainya di lokasi, nanti tinggal membayar parkir dowang. Baca dulu tentang Cerita Ke Pantai yang Gagal Tapi Ngga Sedih. Lalu, bagaimana jika ingin traveling, tapi belum cukup budget? Tentu harus lebih giat lagi dalam menabung, dong. Kalau ngga, kamu bisa meminjam uang kepada pinjaman online cepat cair milik Tunaiku. Apa itu Tunaiku? Tunaiku merupakan salah satu situs pinjaman online yang berdiri sejak tahun 2014 dan menjadi pinjaman olnine pertama di Indonesia. Tunaiku ini salah satu produk dari Amar Bank, salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya dan kemudahannya. Untuk mendapatkan pinjaman online dari Tunaiku, peminjam cukup menyiapkan KTP dan hasil persetujuan pinjaman. Tidak perlu NPWP dan Kartu Kredit. Jumlah pinjamannya juga cukup besar, lho, hingga 20 juta. Jangka waktu angsuran juga panjang hingga 20 bulan. Sangat longgar, bukan? Tunaiku mempunyai visi untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin, tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan bisa langsung cair . Sebenarnya pinjaman ini cocok untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan hingga biaya kesehatan yang tak terduga. Namun, tidak apa jika memang butuh untuk tambahan biaya traveling atau sebagai uang cadangan, gitu. Kenapa memilih Tunaiku? Merekomendasikan pinjaman online itu ngga mudah, lho. Biasanya ada faktor kepercayaan dalam hal pinjam uang secara online. Ada 2 hal penting yang membedakan Tunaiku dengan situs fintech lain yang ada di Indonesia yaitu keamanan dan fleksibilitas. Berbeda dengan situs fintech biasanya, Tunaiku berdiri di bawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah ngga perlu diragukan lagi karena Tunaiku berusaha sebaik mungkin untuk melindungi data nasabahnya. Omong-omong, kamu pernah melakukan transaksi pinjaman online belum? Cerita Rani Aulia, Solo Traveller yang Sudah Kunjungi 91 Negara di Dunia / Foto YouTube Helmy Yahya Bicara Jakarta - Berkeliling dunia terbilang sangat sulit untuk dilakukan. Namun, wanita Indonesia yang satu ini berhasil mengunjungi hampir seluruh benua di dunia. Rani Aulia adalah seorang wanita yang gemar berpetualang sebagai solo traveller. Hingga saat ini, ia sudah mengunjungi 91 negara di dunia. "Sudah 90 lebih, mungkin 91. Negara yang baru saya kunjungi Uganda," ungkap Rani, dikutip dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara. Tak hanya puluhan negara, Rani Aulia juga sudah mengunjungi hampir seluruh benua, kecuali Antartika. "Sudah seluruh benua, kecuali Arktik itu masih mimpi saya sih. Ngincarnya Kutub Selatan, harusnya kalau menurut tabungan saya tidak ada pandemi bisa sekarang ke sana," ucapnya. Pandemi COVID-19 yang menghantam seluruh negara di dunia sempat membuat perjalanan Rani terhenti. Namun pada tahun ini, ia kembali melanjutkan perjalanannya berkeliling dunia. Meski begitu, Rani Aulia masih harus menyimpan mimpinya untuk pergi mengunjungi Antartika. Sebab, tabungannya terkuras habis karena pandemi beberapa waktu lalu. "Menurut kalender saya, tahun 2023 memang mau ke Amerika Selatan. Bulan depan saya mau ke Brazil, baru eksplor Amerika Selatan tapi enggak sampai ke kutub," kata Rani. Dalam setahun, biasanya Rani hanya menetap di Indonesia selama dua bulan. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk pergi berkeliling dunia. Rani mengatakan, ia terbiasa menetap selama berbulan-bulan di negara yang memang sangat disukai. Salah satunya adalah India, di mana Rani menetap selama 5 bulan. "Buat saya, India itu negara yang luas, geografi dan iklimnya berbeda. Terus orang Himalaya itu beda banget dengan orang India Selatan," ucapnya. Saat menghadapi perbedaan bahasa, Rani akan mencari suatu cara agar dapat menyambung komunikasi. Meski tak bisa berbicara dengan bahasa yang sama, ia mencoba menggunakan bahasa tubuhnya. "Di utara orangnya cenderung diam, enggak terlalu banyak interaksi. Kita harus pintar-pintar biar mereka mau senyum sama kita. Waktu itu saya pakai baju adat mereka yang seperti mantel. Kalau lihat orang asing pakai baju itu, raut wajah mereka langsung berubah, senyumnya lebar, dan kita bisa masuk ke sirkel mereka," papar Rani. "Kita enggak bisa bahasa mereka, tapi dengan body language itu kan membuka hati. Jadi pakai bahasa tubuh saja. Saya sering terlibat acara volunteer di pusat meditasi, saya biasanya masih pakai HP. Tapi kalau di pedalaman, ya pakai bahasa tubuh saja. Yang penting ngerti, kita senyum, mereka balas senyum," imbuhnya. Salah satu pengalaman yang paling tak terlupakan adalah ketika Rani masuk ke daerah pelosok di Afrika dan menghadapi suku yang sangat asing. Rani juga berbagi tips soal menghemat budget saat travelling. Baca di halaman setelah ini. Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis! Saksikan juga video tentang gaya seleb Tanah Air saat liburan [GambasVideo Haibunda] Ilustrasi cerita liburan ke pantai 5 paragraf - Sumber Tulisan Cerita Liburan ke Pantai 5 ParagrafIlustrasi cerita liburan ke pantai 5 paragraf - Sumber ke PantaiAku dan keluargaku pergi liburan ke pantai. Kami naik mobil selama 6 jam untuk sampai ke pantai. Saat dalam perjalanan, aku senang karena kami melihat banyak pemandangan indah seperti gunung dan sampai di pantai, aku langsung berlari ke pantai dan merasakan pasir di antara jari-jariku. Aku dan adikku bermain pasir, berenang, dan membuat istana pasir. Aku juga belajar surfing dan bermain kayak di laut. Aku senang melihat burung-burung yang terbang di langit dan ikan-ikan kecil yang berenang di dekat menginap di sebuah penginapan yang dekat dengan pantai. Aku tidur di kamar bersama dengan adikku dan kami sering bercerita sebelum tidur. Kami juga makan banyak makanan lezat, seperti ikan panggang, es krim, dan banyak hari kedua, kami memutuskan untuk mencoba olahraga air, seperti snorkeling dan selancar. Aku sangat gugup saat pertama kali mencoba selancar, tapi akhirnya aku bisa juga menaklukkan ombak-ombak yang besar. Saat snorkeling, aku melihat banyak ikan-ikan berwarna-warni yang indah. Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan!Kami menghabiskan tiga hari di pantai dan setiap hari selalu menyenangkan. Aku merasa sangat bahagia bisa bersama keluargaku di pantai dan melihat pemandangan yang indah. Aku sangat senang kami memutuskan untuk pergi ke pantai untuk liburan. Ini adalah liburan terbaik yang pernah aku miliki! Berlibur kepantai selalu menjadi Impian semua orang. Di pantai kita dapat dengan bebas berenang, bermain di hamparan pasir yang lembut serta melihat dan mencoba menangkap berbagai biota laut yang ada di pesisir pantai. Pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang akan selalu dipenuhi pengunjung apabila sudah memasuki musim liburan sejak beberapa minggu yang lalu Orang tuaku merencanakan untuk mengisi liburan sekolah kali ini dengan mengunjungi salah satu objek wisata terkenal yang ada di kabupaten ciamis tepatnya di pantai pangandaran. Selain karena waktunya yang pas dengan waktu liburan sekolah saya dan adik, liburan kali ini juga dalam rangka membahagiakan adik saya akan merayakan hari ulang tahunnya bertepatan dengan berlangsungnya liburan sekolah. Lokasi pantai pangandaran yang tidak jauh dari tempat tinggal kami menjadi alasan dipilihnya pantai ini untuk dijadikan tempat berliburan bersama, kurang lebih 5 jam perjalanan dari rumah kami di tasikmalaya sampai tiba di lokasi pantai pangandaran tersebut. Mendengar cerita rencana liburan tersebut membuat Saya dan adik sangat senang dan tidak sabar untuk segera dapat menghabiskan waktu liburan sekolah di pantai bersama keluarga. Dan singkat cerita, sekolah pun sudah mulai libur dikarenakan kenaikan kelas. Alhamdulillah ranking saya dan adik pada saat itu dapat membuat Ayah Ibu berbangga kepada Kami. Dengan perasaan hati yang sangat bahagia dan penuh semangat Saya bergegas untuk mengemasi barang- barang yang dibutuhkan selama liburan kepantai tersebut. Horeeee, Libur sudah tiba. Sahut adik saya sambil mengemasi barang kesukaannya. Adiku pada saat masih duduk dikelas 2 Sd dan di Tahun ajaran berikutnya dia akan masuk di lingkungan kelas baru di kelas 3. Bagi dia ini adalah liburan keluarga yang kudua kalinya setelah pada liburan pada hari lebaran yang lalu kami juga berliburan ke Kota Cianjur untuk mengunjungi rumah nenek sudah mulai dikemasi, dan Kami sekeluaga Ayah, Ibu, Saya dan adiku tersayang sudah siap untuk segera berlibur menuju indahnya pantai pangandaran. Kunci- kunci pintu, matikan lampu dan jangan lupa antimonya diminum agar tidak mabuk selama perjalanan”. Sahut Ibu Dengan mengucapkan bismillah do’a berpergian serta anjuran dari ibu untuk selalu membacakan shalawat Nabi di sepanjang perjalanan, seketika Ayah saya langsung menancapkan gas mobilnya . Cusssssssss!!!! Ayah mengemudi saya berada kursi depan menemani Ayah yang sedang serius mengendalikan kemudi mobilnya, sedangkan Ibu dan adik perempuan Saya berada di kursi belakang. Selama perjalanan Ayah banyak bercerita tentang perjalanan menuju pantai pangandaran ini. Katanya perjalanan untuk sampai di lokasi pantai pangandaran kurang lebih akan menempuh jarak 5jam. Sesekali saya melihat bagaimana cara Ayah dalam mengendalikan mobilnya. Cekatan sekali dan sangat patuh akan rambu- rambu lalu- lintas. Bukanya apa- apa kata Ayah sebagai warga Negara Indonesia yang baik dan pengendara jalan raya yang baik haruslah mematuhi setiap rambu lalu lintas yang ada. Hal ini demi keselamatan jalan raya terutama keselamatan para pengendaranya agar tidak terjadi kecelakaan. Karena banyak contoh seperti yang terlihat di media televisi adanya kecelakaan alat transportasi ini banyak disebabkan oleh kelalaian dari para pengemudinya. Ketika sedang asik mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Ayah, Saya melihat suasana pemandangan alam yang Indah. Hamparan sawah yang Indah, orang- orang yang sedang sibuk dengan pekerjaanya, aneka hewan yang sama sekali belum Saya temui selama hidup di Kota seperti kupu- kupu dan jenis hewan lainnya membuat Saya semakin senang dan melupakan lamanya perjalanan ini. Pada saat itu adik dan Ibu saya tertidur dengan pulasnya di kursi belakang. Tinggalah Saya juga Ayah yang selalu siaga dalam mengendarai mobilnya. Biasanya kalau sedang dalam perjalanan yang lebih jauh lagi missal perjalanan ke kota Bandung atau Kampung halaman nenek di Yogya Ibu selalu menyediakan makanan kumplit yang kalau kata orang sunda mah biasa disebut dengan nasi timbel. Dan itu adalah ritual yang sangat unik bagi keluarga Kami karena bukannya mencari rumah makan atau restoran apalah eh ini malah mencari tempat yang sepi bisa di pinggir jalan untuk sekedar berhenti sejenak menghabiskan makanan yang Ibu telah persiapkan dengan baik dari rumah. Tapi perjalanan liburan sekolah menuju pantai pangandara ini dirasa dekat jadi Ibu tidak menyiapkan makanan tersbut. Kata Ibu ” Udah kalau lapar berhenti saja di rumah makan” seperti itu. Ketika sedang asyik mengobrol dengan Ayah adiku terbangun dan mulai menanyakan sudah sampai perjalanan mana perjalanan ini. Sebentar lagi kataku, paling setengah jaman lagi. Dibalik rasa bahagia nya adik dengan adanya liburan ini, sebenarnya ada rasa yang tidak enak dihati juga karena tidak dapat mengajak salah satu hewan peliharaan adik yang begitu sangat ia sayangi yaitu “Si Miaw” si miaw ini adalah sejenis hewan peliharaan kucing yang sedari kecil menemani tumbuh adik. Memang sebelum keberangkatan adik sempat merengek- rengek untuk dapat membawa si miaw berliburan juga. Tapi Ayah tidak mengijinkan, karena dirasa akan merepotkan ketika sesampainya di Pantai nanti. Satu setengah jam sudah berlalu dan lamanya perjalanan sudah dilewati akhirnya Kami pun sampai di pintu gerbang tempat pembelian karcis menuju lokasi utama dari pantai pangandaran. Ayah mengeluarkan uang untuk membayar karcis, palang pintu perlintasan diangkat dan akhirnya itu menjadi pertanda bahwa Kami sekeluarga telah sampai di Pantai Pangandaran. Horeeeee… Horeeeeeeee.. Adiku berteriak, teriak di dalam mobil sambil menyanyikan lagu anak anak libur telah tiba- libur telah tiba. Saat itu Saya melihat wajah penuh kebahagiaan terpancar dari imutnya wajah adik. Sama seperti yang adik saya rasakan, kebahagiaan dan rasa lega dapat dirasakan juga oleh akhirnya saya Ibu dan Ayah. Alhamdulillah sampai juga dengan selamat yah . Ucap ayah yang langsung mencari tempat penginapan yang strategis. Rencananya Kami sekeluarga akan menghabiskan waktu sampai sore saja di Pantai Pangandaran ini. Dan Tempat penginapan yang saat itu Ayah saya pillih untuk menginap bernama Hotel Hilton yang kebetulan pemiliknnya adalah teman Bisnis ayah Saya. Kami turun dari Mobil dan menuju tempat penginapan tersebut. Ayah Saya menemui resepsionis hotel untuk memilih kamar yang pas. Kunci sudah diterima dan Kami sekeluarga bergegas untuk mengunjungi kamar hotel tersebut. Pintu kamar terbuka dan akhirnya Kami sekeluarga dapat sejenak beristirahat di dalam kamar yang Indah dengan dekorasi hiasan dinding nya yang sangat cantik dan pemandangan dari balkon kamar yang langsung berhadapan dengan Indahnya Pantai Pangandaran. Tidakberlangsung lama adik yang memang sudah tidak sabar untuk segera berenang di pantai mengajak Saya untuk menemaninya. Ayolah, pada saat itu ibu menembali ucapan adik dan dengan menggunakan pakaian yang sudah berubah menjadi pakaian renang Kami turun dari kamar penginapan menuju tepian pantai. Tanpa pikir panjang lagi setelah tiba di tepian pantai adik langsung kembali mengajak Saya untuk langsung berenang di Pantai yang pada saat itu lumayan cukup ramai dikunjungi karena memang pada saat itu adalah musim liburan sekolah dimana akan ada banyak pengunjung yang menghabiskan waktu liburan sekolahnya di Pantai yang terkenal se- Jawa Barat ini. Di pantai tersebut kami berenang renang, menyewa ban juga pelampung dan tak ketinggalan juga untuk menaiki kuda yang disewakan oleh para pemandu sebagai fasilitas yang melengkapi Indahnya wisata Pantai Pangandaran. Pokonya semua wahana di pantai tersebut Saya dan adik nikmati satu persatu. Setelah lama dan merasa bosan dengan keadaan pantai ini kemudian Ayah yang pada saat itu hanya mengawasi saja tanpa berenang mengajak Kami untuk pergi ke Pantai satunya lagi yaitu pantai Pasir putih yang ada diseberang pulau dengan menggunakan perahu sebagai pengangkut menuju pantai pasir putih tersebut. Memang jaraknya tidak jauh, hanya kurang lebih 10 menit saja dari lokasi Pantai utama. Sebenarnya ada dua jalan untuk menuju Pantai dengan hamparan pasir putih tersebut yang pertama lewat jalur darat yaitu dengan menaiki hutan yang didalamya terdapat gua jepang peninggalan jaman penjajahan dulu dan jalan yang kudua yang kami pilih adalah jalan laut dengan menggunakan kapal nelayan untuk menyeberangi lautan. Adik saya agak- agak ketakutan pada waktu itu namun Ayah dapat mengatasi ketakutan adik sehingga berani untuk menaiki kapal tersebut. Ketika sedang melakukan tawar menawar harga sang supir kapal menawarkan paket berlayar dengan mengelelilingi pulau dan tempat yang misterius disekitaran lokasi pantai Pangandaran. Ayah saya tertarik dan menanyakan langsung kepada Ibu dan Saya apakah mau berkeliling dulu sebelum ke pasir putih apa ngga?? Ibu bingung, dan takut juga. Tapi saya meng iyakan aja, karena rasa penasaran untuk dapat mengelilingi layaknya seorang bajak lakut topi jerami dalam serial Anime One Piece hahaha. Ya sudah, ayo kita berangkat saja, Sahut Ayah mengiyakan terhadap Nahkoda Kapal tersebut. Jusssssssssssshhhhh!!!! Berangkatlah kapal, dan ternyata setelah berkeliling pulau dengan menggunakan kapal itu sangat mengasyikan sekai Kita dapat melihat keindahan laut luas, terus lokasi patung misterius, kemudian dapat juga berenang bebas dengan menggunakan pelampung di tengah laut luas. Akhirnya setelah lama berkeliling tibalah Kami di lokasi pantai pasir putih yang sangat Indah. Disana kami menyewa Snorkling untuk dapat melihat ikan ikan laut dipinggiran pantai dan menangkap umang yang sangat lucu. Ayah yang pada saat itu tidak ikut berenang menuliskan kata- kata di di atas pasir “ Happy Familly” dan kemudian meminta seseorang pengunjung juga untuk dapat mengabadikan momen indah bersama keluarga ini dengan mem fotonya. tak terasa sudah jam 12 siang, matahari sudah sangat terik. Ayah dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri. Setelah bersih, kami sholat dhuhur berjamaah di mushola dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati pempek palembang dengan cukonya yang mantap di warung yang kebetulan ada di pinggir pantai, rasanya enak sekali makan sambil melihat keindahan pantai. Saat perjalanan pulang aku dan adik tertidur pulas. Saat kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku pun kembali tertidur sampai pagi karena masih kecapean Ah pokoknya liburan sekolah kali ini sangat istimewa sekali, Saya bisa berliburan bersama Adik, Ayah dan juga Ibu Ke Pantai Pangandaran. Sebelum tertidur pulas dalam perjalanan Saya sempat ngobrol singkat kepada Ayah “Semoga di Liburan sekolah tahun depan dapat seperti ini lagi, dan ketempat yang lebih mengasyikan lagi” dan Ayah menimpali ucapan saya dengan pertanyaan, bagaimana kalau liburan sekolah tahun depan kita sekeluarga wisata ke Bandung ? Ibu dan Adik juga Saya langsung menyahut Setujuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! -TAMAT-

cerita tentang liburan ke pantai