PerintahUntuk Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek 3. Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik 4. Mudharat Berteman dengan Orang yang Jelek 5. Kebaikan Seseorang Bisa Dilihat Dari Temannya 6. Jangan Sampai Menyesal di Akhirat 7. Sifat Teman yang Baik 8. Hendaknya Orang Tua Memantau Pergaulan Anaknya Pengaruh Teman Bagi Seseorang
Merekaawalnya menyukai saya dan seringkali mengajak saya bergabung untuk bermain bersama. Namun, saat naik ke kelas 5, salah satu anak dari kelompok tersebut kelihatannya tidak menyukai kehadiran saya pada kelompoknya. (termasuk saya) yang sering berkumpul untuk membuat tugas bersama atau belajar bersama. Suatu hari, anak-anak di kelas
Menyikapihal tersebut, di bawah ini ada beberapa cara menghadapi orang-orang yang dikenal punya sifat apatis saat kerja kelompok. Simak di bawah ini. 1. Buat peraturan yang jelas untuk tiap individu dalam kelompok. Ketika kalian tahu bahwa ternyata ada individu-individu yang dikenal apatis saat kerja kelompok, langkah pertama yang harus
Kamubisa menemukan sisi hangat dari para introvert dan mereka bisa menjadi sahabat yang bisa diandalkan. Namun, sebelum menciptakan pertemanan yang berharga dengan seorang introvert ada beberapa aturan yang perlu kamu pahami supaya tidak kesulitan dalam memahami mereka. 1. Jangan mengunjungi rumah mereka secara tiba-tiba
Buatkesepakatan dan konsekuensi secara bersama. Hal yang harus kamu lakukan untuk menghadapi teman kelompok yang pemalas adalah buat kesepakatan dan konsekuensi secara bersama agar setiap anggota kelompok berkomitmen untuk mau mengerjakan tugas. Selain itu, diterapkannya konsukensi sebagai hukuman kalau ada temanmu yang menelantarkan tugasnya.
Bangkitkanrasa bahwa ia dihargai dalam kelompok. 3. Choice (pilihan): jika anggota tim tersebut masih terlihat abai, anda bisa memanggilnya kembali dan bertanya kesulitan yang ia temui. Anda juga bisa menanyakan apa yang bisa anda bantu kepadanya. Bisa jadi, ia menginginkan tugas tertentu yang lebih ia kuasai.
NUZvW0Y. Motif Seseorang Bergabung Dalam Organisasi – Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Suatu organisasi terdiri dari berbagai macam kepentingan, karakter dan watak manusia yang saling berbeda satu sama lain. Kepentingan , karakter dan watak itulah yang membentuk sifat masing-masing orang. sbobet88 Namun semua itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana mereka tinggal. Suatu organisasi memerlukan suatu loyalitas kerja masing-masing anggotanya terutama dalam bentuk profesionalitas kerja. Dalam hal ini profesionalitas yang dimaksud adalah mengerjakan tugasnya di dalam organisasi sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawab yang telah diterimanya. Selama pengalaman saya berorganisasi saya bertemu orang-orang yang memiliki karakter bermacam-macam. Baik atau tidaknya karakter tergantung kalian yang tentukan, Saya hanya akan mengulas beberapa karakter itu berdasarkan pengalaman. 1. Tipe Ekor Hanya ingin ikut teman Sebagai tipe ini, orang akan mendaftar di organisasi jika teman yang dikenalnya masuk mendaftar juga di organisasi tertentu. Biasanya alasannya supaya tidak malu malu atau lebih percaya diri karena sudah punya teman yang dikenal, meskipun sebenarnya kalau masuk organisasi akan punya teman atau kenalan yang banyak. Jenis yang parah dari tipe ini adalah, ketika temannya keluar dari organisasi dia juga ikut keluar. 2. Tipe friendly and easy going Ingin menambah teman Sebagai tipe ini, tak peduli berapa teman yang Ia miliki, Ia akan tetap menambah teman dengan mendaftar organisasi. Ini salah satu tujuan dari organisasi sebenarnya. Tipe ramah seperti ini akan cepat beradaptasi dengan orang-orang di organisasi tersebut. Biasanya tipe ini salah satu jenis organisatoris yang akan aktif berkegiatan dan dapat diandalkan. 3. Tipe Hunter Ingin cari pasangan Tipe ini biasanya tidak atau kurang nampak, karena jarang atau tidak mungkin orang akan terang-terangan mengatakan tujuannya berorganisasi adalah cari pacar. Tipe ini biasanya mereka yang sangat mendambakan kekasih, dan tak jarang ada yang menyeleksi diam-diam satu persatu orang-orang dalam organisasi yang pantas atau menjadi pacarnya, dan biasanya seleranya tinggi seperti cantik atau cakep, berwibawa dan pintar. 4. Tipe Pencitraan tau sendiri kan maksudnya Tau sedikit tapi bicaranya banyak, pernah nggak temui teman yang seperti itu? Bicaranya selangit dan teoritis tapi tidak membawa fakta dan hanya bermodalkan informasi sekilas angin tanpa tau benar atau tidaknya. Terkadang tipe ini pemikirannya sempit, tidak bijaksana, egois, gampang emosian atau marah, dan hanya menganggap cuman dirinya yang benar. Siapa sangka kata-kata nya yang dia ucapkan hanya obralan untuk sebuah pencitraan bahwa mereka adalah sang organisator kritis dan paling hebat, padahal hi hi hi yang kayak gini sering saya dapatkan tong kosong nyaring bunyinya. 5. Tipe panas-panas tahi ayam panasnya setengah-setengah Tipe ini juga banyak, mungkin kata lainnya adalah untuk coba-coba buat organisasi kok coba-coba tipe ini mungkin bisa dikatakan belum mendapatkan hidayah atau makna organisasi sebenarnya. Kadang masuk mendaftar organisasi, tapi pas di tengah jalan mengundurkan diri atau malah menghilang tak muncul dan tak berkabar. Paling banya alasan dari tipe ini adalah faktor kemalasan, jenuh, organisasi yang kurang cocok, ada orang yang ia tak suka atau musuhi dalam organisasi tersebut,dll. Tahap parah dari tipe ini yaitu kalau kebiasaan setengah-setengahnya berulang-ulang, misalnya mereka baru muncul lagi saat ada pemilihan dalam organisasi atau ada kegiatan seru yang sedang dilaksanakan. Ckckckckck. Jangan begitu yah! 6. Tipe Penguasa hanya mau jabatan Tipe ini biasanya agak sedikit memiliki karakter tipe pencitraan. Biasanya pula Ia hanya ingin aktif karena mengejar sebuah kedudukan, karena baginya memegang jabatan dalam organisasi adalah pencapaian yang penting. Yang hal parah dari tipe ini, jika Ia tidak mendapatkan jabatan tertentu atau mungkin tidak terpilih menjadi ketua dari suatu organisasi, Ia langsung menghilang dan meninggalkan organisasi tersebut, kemungkinan karena eksistensinya sudah berkurang. 7. Tipe penyebar jaring punya banyak organisasi Tipe ini, seperti judulnya, adalah mereka yang mendaftar lebih dari satu organisasi bahkan mungkin sangat banyak. Positifnya, Ia akan mendapatkan kenalan dimana-dimana, memiliki kegiatan yang banyak. Negatifnya, jika Tipe ini tidak memiliki kemampuan mengatur waktu ataupun kemampuan fisik yang baik, maka efek samping akan menyerang dirinya sendiri, misalnya terlalu lelah, semua urusan jadi berantakan, tidak fokus terhadap satu organisasi yang membuat dia tampak setengah-setengah dalam berorganisasi. 8. Tipe penistaan selalu menyalahkan organisasi Jadi tipe ini kerjanya hanya menyalahkan organisasi terus, pokoknya salah terus..yang ada hanya mengganggu kepentingan pribadinya, berarti Ia juga tidak akan mendapatkan hidayah dan manfaat berorganisasi. 9. Tipe one is enough yang penting ada Tipe ini bukan tipe yang buruk, tipe ini adalah mereka yang mendaftar hanya di satu organisasi saja. Mungkin mereka berpikir satu saja cukup, atau hanya ingin fokus di satu bidang organisasi, ini tentu wajar, biasanya tipe ini memiliki loyal yang tinggi terhadap organisasinya. Hanya saja ada juga dari tipe ini yang sebenarnya tidak menyukai berorganisasi, tapi karena sebuah alasan dia mendaftar saja salah satu organisasi yang penting ada. Kehadirannya di organisasi pun biasanya sebatas listener, yang penting hadir dan tidak perlu banyak berkomentar dalam setiap pertemuan. Dan terkadang tipe ini susah ditebak karena mungkin lebih pendiam jika dalam organisasi. 10. Tipe “Organisatoris Sejati” Sebenarnya tidak ada kemutlakan dari penilaian yang mana sebenarnya organisatoris sejati. Hanya saja Saya mencoba merangkumkan yang mana bisa tergolong orang-orang yang baik dalam organisasi. Seorang organisatoris sejati akan selalu menjaga lisan dan perbuatannya untuk dirinya dan organisasinya. Setiap pendapat yang dikeluarkan akan berusaha Ia pikirkan terdahulu. Biasanya tipe ini memiliki wibawa yang baik, cerdas, dan memiliki teknik manajemen yang baik. Bisa memimpin dan juga bisa dipimpin, jauh dari zona-zona pencitraan dan pendapat yang menggebu-gebu. Biasanya mereka adalah orang-orang yang berintegritas tinggi, yakni ucapan dan tindakannya selalu selaras. Selama Mereka terlepas dari sifat sombong, tipe ini akan disukai banyak orang dalam organisasi tersebut. Tipe seperti ini, akan selalu aktif dalam setiap kegiatan organisasi, menyumbangkan tenaga dan pikiran atau kebutuhan organisasi lainnya. Tipe seperti ini biasanya yang paling banyak diusung menjadi pemimpin organisasi karena eksistensinya yang bermanfaat dan menonjol. Mereka juga akan sangat mencintai organisasinya, bahkan setelah mereka demisioner, bahkan juga jika sudah menjadi alumni tipe ini akan berkontribusi dalam bentuk kegiatan yang bisa melibatkan dirinya.
Ilustrasi kerja kelompok. Foto ShutterstockSetiap orang, pasti punya caranya tersendiri untuk belajar ataupun menyelesaikan tugas. Beberapa lebih memilih untuk menyelesaikan tugas sendiri karena cenderung lebih fokus dan tahu betul apa yang harus ia selesaikan. Karena faktanya, kerja kelompok enggak selamanya mulus dan memudahkan, lho. Justru terlalu banyak pendapat biasanya jauh lebih menjengkelkan. Terlebih, jika di dalam kelompok terdapat satu anggota yang pemalas dan cuek dengan tanggung jawab kelompok. Nah, daripada kamu selalu dibuat kesal dan dibiarkan bekerja sendiri, lebih baik simak tips yang perlu kamu ikuti di bawah ini, kesepakatan dan konsekuensi secara bersamaHal yang harus kamu lakukan untuk menghadapi teman kelompok yang pemalas adalah buat kesepakatan dan konsekuensi secara bersama agar setiap anggota kelompok berkomitmen untuk mau mengerjakan tugas. Selain itu, diterapkannya konsukensi sebagai hukuman kalau ada temanmu yang menelantarkan secara intensifSebelum kita mengeksekusi apa saja yang perlu dikerjakan dalam tugas kelompok, ajaklah semua anggota kelompok untuk ini bertujuan agar semua anggota kelompok mengerti tugas serta apa yang harus dikerjakan. Kalau temanmu beralasan enggak bisa hadir untuk diskusi, gunakan media sosial yang ada, kamu bisa buat group chat sebagai media untuk berdiskusiMembagi tugas dengan adilMembagi tugas dengan materi-materi tertentu akan mempermudah pekerjaan kamu, lho. Jadi, kamu enggak perlu mengerjakannya sendiri. Bukankah ini tujuan awal dibentuknya tugas kelompok?Beri kepercayaan dan ingatkan teman sekelompok bahwa kesepkatan telah dibuat dan terapkan konsekuensi bersama sebelumnya, agar temanmu mau menerima tugas dan perlu merasa sungkan untuk mengingatkan kepada sesama teman kelompokmu untuk mengerjakan tugas yang sudah dibagi secara kamu enggak bersikap tegas, mereka malah akan bersikap semena-mena dan menghiraukan kesepakatan atau konsekuensi yang telah disepakati kalau kamu mendapati teman-teman yang pemalas dan biarkan kamu untuk kerja sendiri, jangan mau! kalau mereka masih menyanggah, enggak usah ditulis sebagai teman Aulania Silviananda
mengajak teman yg belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung apakah itu termasuk sila ke dua, penjelasan sikap tersebut? Contoh sikap yang sesuai dengan sila kedua Pancasila, yaitu ….. a. mengajak bermusyawarah untuk menentukan ketua kelas b. selalu berdo’a sebelum dan setelah makan c. mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk bergabung d. menjenguk teman yang sedang sakit ​Mengajak tmn yg blm mendapatkan kelompok untuk ikut bergabungApakah mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung termasuk pengamalan sila keduaQuiz. Jika kalian ada tugas kelompok menghafal lalu setiap kelompok bebas mau 2 atau 3 orang. Jika kamu sudah mempunyai teman kelompok berdua lalu temanmu dan kamu kasihan melihat ada satu teman mu yang lain yang belum memiliki kelompok dan kamu mengajaknya bergabung di kelompok kamu. Lalu beberapa hari kemudia teman yang kamu ajak bergabung susah dihubungu sementara waktu terus berjalan dan tinggal beberapa hari lagi. jika temanmu menyarankan untuk berkelompok berdua saja dan mengeluarkan teman yang kamu ajak tadi. lalu kamu dan dia takut teman yang kamu ajak bergabung marah, tetapi di lain tempat kamu juga baru menyadari bahwa hafalan berdua jauh lebih pendek dari bertiga. maka apa yang akan kamu lakukan ? …​ bisa termasuk, karena semua manusia berhak mendapatkan keadilan/kesetaraan seperti pancasila ke 2 Contoh sikap yang sesuai dengan sila kedua Pancasila, yaitu ….. a. mengajak bermusyawarah untuk menentukan ketua kelas b. selalu berdo’a sebelum dan setelah makan c. mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk bergabung d. menjenguk teman yang sedang sakit ​ teman yang belum mendapatkan kelompok untuk bergabung maaf kalau salah Mengajak tmn yg blm mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung Jawaban adalah perbuatan terpuji Penjelasan maaf kalo salah 。◕‿◕。 Apakah mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung termasuk pengamalan sila kedua iyaaa…bunyi sila ke dua kemanusiaan yang adil dan beradabjadi kita sudah melakukan kegiatan keadilan juga dan peradaban juga Quiz. Jika kalian ada tugas kelompok menghafal lalu setiap kelompok bebas mau 2 atau 3 orang. Jika kamu sudah mempunyai teman kelompok berdua lalu temanmu dan kamu kasihan melihat ada satu teman mu yang lain yang belum memiliki kelompok dan kamu mengajaknya bergabung di kelompok kamu. Lalu beberapa hari kemudia teman yang kamu ajak bergabung susah dihubungu sementara waktu terus berjalan dan tinggal beberapa hari lagi. jika temanmu menyarankan untuk berkelompok berdua saja dan mengeluarkan teman yang kamu ajak tadi. lalu kamu dan dia takut teman yang kamu ajak bergabung marah, tetapi di lain tempat kamu juga baru menyadari bahwa hafalan berdua jauh lebih pendek dari bertiga. maka apa yang akan kamu lakukan ? …​ Jawaban Yang akan saya lakukan; 1. Berusaha untuk datang ke rumah nya dan menasihati nya baik² Karena di hubungi tidak bisa 2. Jika ia marah, plng lah dan km berkelompok berdua saja supaya tidak terjadi hal² yang tidak diinginkan. 3. Berusaha untuk tetap berteman dengan nya Penjelasan SEMOGA BERMANFAAT TERIMA KASIH DI MOHON UNTUK TIDAK DI REPORT NO COPAS NO GOGGLE
Mungkin kamu sudah sering banget mendengar masukan atau nasehat, bahwa networking—atau punya banyak teman/kenalan—ada banyak keuntungannya. Masalahnya, networking atau cari banyak teman, tuh, nggak gampang dilakukan, kalau kamu seorang introvert. Benar nggak? Sementara kalau rasa “malas bergaul” atau “malas basa-basi” diturutin terus, kapan kamu bisa punya network atau SquadGoals yang oke? Gimanapun juga, teman adalah unsur penting dalam hidup. Bukan hanya sebagai “networking” yang akan mempermulus perkuliahan atau karier kamu, lho! Tetapi juga sebagai tempat berbagi suka-duka dan teman ketawa-ketawa. Pokoknya rugi banget, deh, kalau kamu nggak punya support system yang solid. Nah, buat kamu para introvert—seperti saya, lho—berikut adalah hal-hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjalin pertemanan. 1. Ikut nongkrong dengan teman-temannya temanmu Kalau kamu nggak nyaman untuk terjun ke “kelompok pergaulan” baru sendiran, paling enak kalau bisa “nebeng” teman. Ikutlah dengan teman yang sudah akrab dengan kamu, dan kenalanlah dengan teman-temannya. Ikutan aja nongkrong bareng. Syukur-syukur kamu cocok, dan akhirnya bisa terus berteman dengan mereka. 2. Cari komunitas baru Tulis lima tempat dimana kira-kira kamu bisa ketemu dengan orang-orang baru yang punya minat yang sama denganmu, trus hadirilah dengan rutin. Misalnya, komunitas lari pagi kalau kamu suka olahraga lagi, tim futsal kampus, UKM, komunitas di forum internet, klub sinema, klub buku, dan sebagainya. Saya sendiri punya beberapa sahabat, dan kami ketemu di dunia blog, karena kami semua sama-sama suka nge-blog. Kita akhirnya nge-geng selama 4-5 tahun, sampai sekarang. 3. Jangan “judes” Kalau kamu sudah bergabung ke sebuah komunitas atau lingkungan baru, usahakan untuk bersikap ramah dan terbuka, ya. Kalau ada yang senyum sama kamu, senyum balik. Kalau ada yang nanya-nanya sama kamu, jawab sebaiknya. Memang, nggak semua orang berniat balik. Kalau kamu cewek, mungkin ada aja cowok yang senyum-senyum ke kamu karena pengen ngegodain. Tapi nggak semua orang begitu, kok. Ada aja orang-orang bersikap baik karena memang ingin mengenalmu. 4. Belajar untuk “tahan” basa-basi Saya tahu, sih, biasanya orang introvert nggak tahan terlalu lama atau terlalu sering ngobrol basa-basi. Tapi yang namanya memulai pertemanan, pasti harus dimulai dari ngobrol-ngobrol kecil dulu. 5. Kalau grogi, nggak usah banyak bicara. Banyak mendengar aja! Kalau baru kenalan dengan seseorang, seorang introvert agak susah untuk banyak bicara. Bisa bikin nerfes! Namun supaya pembicarannya nggak “mati”, coba aja sering-sering bertanya kepada lawan bicara kamu, khususnya tentang diri dan minatnya. Misalnya, kalau kamu lihat dia pakai baju bola tim tertentu, “Suka bola, ya? Nonton pertandingan xxx nggak minggu lalu? Gimana tuh, menurut lo?” Trus, tanya-tanya juga, deh, tentang tim favorit mereka. Makanya wawasan umum kamu juga harus luas, ya. Tujuannya adalah supaya kamu nggak perlu banyak bicara tentang diri kamu sendiri. Cukup jadi pendengar yang baik aja. 6. Jangan memaksakan diri Siapa bilang, bergaul itu harus berjam-jam? Nggak, lah. Kamu boleh banget nongkrong di suatu komunitas atau event selama 1-2 jam aja. Kalau merasa sudah cukup, silahkan pulang. Jangan maksain diri tersiksa demi, misalnya, nungguin teman. Bersosialisasi itu nggak selalu gampang untuk orang introvert. Prinsipnya, lakukan selama dan sebisa kamu aja, namun dengan rutin. 7. Aktiflah berinteraksi secara online God bless internet! Bagi seorang introvert, fasilitas internet memang perlu disyukuri banget, deh. Soalnya, berbicara dengan orang secara langsung bisa terasa mengintimidasi, makanya chat group atau media sosial bisa jadi andalan kamu untuk “bersosialisasi”. Maka walaupun aslinya kamu jarang keluar, coba mantapkan, deh, kehadiran online kamu. Aktiflah di chat group dan media sosial, jadilah kepribadian yang hangat dan seru di sana, asalkan jangan jadi gengges, ya. 8. Cobalah untuk open-minded Saya paham, orang introvert biasanya observant banget. Suka mengamati berbagai hal dan beragam orang, trus diam-diam komentar dalam hati, hihihi. Tapi coba, deh, untuk nggak terlalu judgmental terhadap orang lain. Kamu nggak tahu, lho, apa yang sedang dialami orang-orang tersebut. Kalau kamu ingin memperluas pergaulan, penting untuk punya pemikiran terbuka alias open-mind. 9. Sabar, sob! Pertemanan nggak bisa tercipta dengan instan, lho. Jadi jangan, ya, stress kalau kamu merasa lingkungan pergaulan belum meluas juga. Jangan lupa, hubungan pertemanan yang solid perlu waktu untuk terbentuk. Kamu juga nggak bisa memaksakan diri sendiri punya teman, kalau kamu nggak tulus dan benar-benar klop dengan orang-orangnya. Intinya, kalau kamu nggak sreg dengan kenalan-kenalan baru kamu, jangan dipaksakan jadi sahabat. 10. Jaga pertemanan lama Yang paling penting, kalau sudah punya teman baru, teman lama jangan dilupakan, ya! sumber gambar
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Komunitas, menurut KBBI artinya kelompok organisasi yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu. Dengan berkomunitas berarti kita mempunyai komunitas yang terbentuk karena suatu kesamaan, bisa karena hobi, pendidikan, profesi, atau kepemilikan. Dengan berkomunitas, berarti juga bisa menambah atau menunjukkan identitas diri suatu komunitas, tentu tidak hanya berkumpul dan sekadar saling kenal. Pasti ada kegiatan lain yang akan dibicarakan dan bisa jadi diselenggarakan. Dari sinilah kita bisa belajar berbagai hal. Niat awal yang hanya ingin tergabung dalam suatu komunitas untuk menambah identitas diri, bisa jadi menambah wawasan dan memperluas pertemanan. Itulah keuntungan tidak hanya keuntungan yang didapatkan, ada konsekuensinya juga dalam berkomunitas. Makin banyak kegiatan tentu makin banyak juga dana yang dibutuhkan. Sudah siapkah kita dengan hal ini? Terlebih jika komunitas yang kita ikuti adalah komunitas yang biasanya diikuti oleh mereka-mereka yang berduit. Membicarakan kelebihan berkomunitas sudah pasti ada kekurangannya. Namun, jika kita memahami itu pasti akan enjoy saja. Kita harus bijaksana memilih komunitas. Tidak semua komunitas bisa kita ikuti dan cocok. Dengan berkomunitas, seharusnya bisa menambah ilmu dan wawasan kita. Sebab kita bisa mengambil ilmu dari pembicaraan di grup atau saat acara-acara yang diselenggarakan, saat kopdar. Kita juga jadi makin bijak menyikapi suatu masalah, tidak grusa-grusu dalam bertindak, dan memutuskan suatu perkara. Anggota suatu komunitas pasti bermacam-macam dan berbeda latar belakangnya. Baik masalah pendidikan, pekerjaan, kemampuan finansial, atau kepribadian. Semua itu bisa kita tepiskan jika kita mengutamakan tujuan komunitas itu. Lebih mendahulukan kepentingan komunitas daripada ego diri sendiri. Meskipun tidak mudah, justru di sanalah kita bisa belajar mengendalikan diri. Sebagai contoh komunitas bersepeda. Dari yang awalnya kita nggowes setiap minggu sendiri, dengan bergabung dalam suatu komunitas kita bisa bersama-sama nggowes dengan mereka yang memiliki kegemaran yang sama. Bisa dari teman-teman sekolah, kuliah, atau orang umum yang memiliki kegiatan yang bisa nggowes lebih jauh dan nyaman. Keselamatan pun terjamin karena pasti lebih diperhatikan. Kenikmatan nggowes yang biasanya bisa kita dapat saat sendiri, dengan nggowes bersama komunitas tentu lebih banyak lagi. Kita bisa ngobrol dan bercanda saat bersepeda. Bahkan, bisa membicarakan sesuatu yang sedikit serius sambil bersepeda. Seperti beberapa waktu lalu, saya sempat ikut dalam kegiatan nggowes yang diadakan oleh I4C atau komunitas nggowes dari ikatan alumni SMA Negeri 4 Surabaya. Saya memang belum tergabung dalam komunitas nggowes itu, saya ikut karena diajak salah satu teman yang suaminya batal ikut karena harus berangkat nggowes waktu itu ke Taman Nasional Baluran. Dari 3 hari jadwal acara, saya sudah bisa merasakan manfaat dan kesenangannya. Beberapa senior atau kakak kelas yang sudah sukses pun ikut bergabung dan kami jadi seperti keluarga besar. Makan bersama, penuh canda, dan banyak perbincangan yang bisa menambah wawasan saya. Banyak hal yang bisa saya ambil hikmahnya dari komunitas sukses suatu acara harus dibarengi dengan anggaran dana yang sesuai. Sebagai peserta tentu dibebani biaya pendaftaran, meski ada donatur yang juga menyumbangkan sebagian rezekinya. Jika semua saling memahami dan mengerti, maka sukses acara bukanlah impian, semua berkontribusi semua pun akan merasakan bahagia. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
mengajak teman yang belum mendapatkan kelompok untuk ikut bergabung